Salah satu hal terpenting dalam manajemen pengetahuan yang saya sadari adalah bagaimana membuat pengetahuan yang kita miliki menjadi sebuah amal-amal nyata yang berwujud pada perubahan. Ya! itulah manajemen pengetahuan yang sesungguhnya. Sehingga pengetahuan yang ada dalam diri kita tidak lagi sekedar tacit or explicit knowledge, tapi ia telah menjadi sebuah productive work.
Untuk mewujudkan manajemen pengetahuan yang baik, pertama-tama kita harus punya visi. Visi boleh jadi bermula dari mimpi atau angan-angan, tapi ia tidak boleh berhenti disana. Yang membedakan visi dengan mimpi adalah visi memiliki jalan menujunya. Ia membuat semangat menempuh setiap langkah dalam perjalanan 1000 mil menjadi sedemikian berarti. Visi membuat nyata. Visi menjadi arah bagi proses pengetahuan yang kita jalani. Itulah kenapa Einstein berkata : “Imagination is beyond knowledge.” . Saya berkata : “Yes, because our imagination give shape and direction for our knowledge“.
Setelah memiliki visi, maka yang kedua adalah kita memiliki kapasitas. Visi yang telah dimiliki (beserta jalan menuju ketercapaian tujuan tersebut tentunya) akan menjadi nyata dan membuat semangat kita semakin berapi tatkala kapasitas diri kita untuk melangkah, untuk melakukan eksekusi, untuk membuat perubahan cukup bagi kita untuk menyelesaikan satu demi satu pekerjaan yang seharusnya kita lakukan. Karena visi kita yang panjang dan tinggi akan menelurkan deretan panjang daftar hal yang harus kita lakukan. Kapasitas kitalah yang menjawab deretan panjang tersebut satu persatu. Kapasitas kita yang akan membuat langkah kita terus bergerak, melaju dengan tepat, cepat, dan cermat.
Selanjutnya, manajemen pengetahuan kita berlanjut,, maksud saya, akan berlanjut pada posting-posting berikutnya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan benar-benar menjadi langkah bagi saya untuk memulai manajemen pengetahuan yang sesungguhnya. Aamiin..
10 responses so far ↓
dwinanto // November 8, 2008 at 2:36 pm |
Weqs,.
Ini ide buat TA, Ji,.
lesly // November 9, 2008 at 8:16 pm |
Pembentukan kapasitas dapat terjadi sebelum adanya visi. Karena seseorang terus bergerak kepada pilihan2 yang baik, meski dia belum memilih visinya, dan itu pun baik untuknya
alfiblora // November 10, 2008 at 4:11 pm |
komen2 buat blog ku juga Ji….
heheh
Yasrid // November 16, 2008 at 1:47 pm |
Konsepnya terlalu abstrak…
alfiblora // December 3, 2008 at 3:12 pm |
kunjungi blog ku http://alfiblora.wordpress.com/
maul // December 10, 2008 at 4:04 pm |
ji,,klo manajemen konsentrasi gmn??pengetahuan kita tentunya terus bertambah seperti bertambahnya amanah kita untuk mengamalkannya. tapi terkadang kita kehilangan kekuatan untuk berkonsentrasi.
errick // December 11, 2008 at 11:44 pm |
yah kapan lanjutannya? nge-update aja tiga bulan sekali
inpal // December 19, 2008 at 8:51 am |
hee..iya rick..kpn ji updatenya?..perasaan ane pernah baca/denger nte mau rajin nulis ji
…
ikhwanalim // April 7, 2009 at 4:15 am |
Saya juga pernah menulis tentang manajemen pengetahuan. mohon dikunjungi ya!
http://ikhwanalim.wordpress.com
nungki // August 10, 2009 at 8:37 am |
assalam..
subhanallah, akhirnya dapet juga referensi” mentoring yg slama ni ana cari, akh..
syukron katsir,,
jazakalloh khoir katsir…