“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan perhatikanlah apa yang telah engkau persiapkan untuk Hari Esok. Bertaqwalah kepada Allah…” (Al-Hasyr).
Ayat diatas adalah ayat kesukaanku. Apalagi jika dilantunkan oleh Syaikh Hani Ar-Rifa’i dengan nada tinggi atau oleh Syaikh Al-Afasi dengan mendayu nan menyentuhnya. Senantiasa mengazamkan diri untuk selalu menjadi planner dan evaluator, walaupun kuliahku di ITB bukan spesifik pada program studi Planologi. Cukuplah Teknik Informatika seharusnya mengajarkanku untuk senantiasa cepat berbuat dan cepat belajar. Insyallah.
Tulisan ini aku buat karena aku melihat berita yang mengingatkan bahwa saat ini sejak puluhan tahun yang lalu, saudara kita para mujahidin islam di palestina sedang dalam penganiayaan yang tiada berkesudahan. Dua tahun terakhir mereka dalam isolasi supply bahan kebutuhan dasar. Dan terakhir serangan beruntun yang dilancarkan F16-milik-israel-biadab membumihanguskan pertahanan HAMAS, satu-satunya benteng pertahanan rakyat palestina saat ini. Serangan yang hanya memakan waktu kurang dari 2 menit tersebut merenggut nyawa lebih dari 200 syuhada.. Aku menangis..
Aku teringat ketika suatu hari aku pulang sekolah (SMA 70), aku pulang lebih awal, waktu itu sekitar bada isya aku sampai rumah. Sesampainya di rumah aku melihat berita bahwa Syaikh Ahmad Yassin, icon ulama mujahid nan ikhlas ahluljannah di rudal dan syahid. Belum sempat aku menyalami kedua orangtuaku aku langsung menghambur ke kamar mandi. Aku menangis sejadi-jadinya disana. Entah kenapa, bercampur berbagai perasaanku saat itu. Aku sedih, aku senang, aku iri, aku haru, aku bangga, aku kesal, aku dendam, aku bahagia… Ya. Bercampur perasaan bahagia pernah mengetahui ada seorang pejuang sedemikian hebatnya dalam segala keterbatasannya. Dia mampu menggoncang dunia walau diatas kursi roda. Dan akhirnya dia mendapatkan janji Allah akan surga yang abadi.. Allahuakbar.. Perasaan sedih dan kesal kepada segenap umat islam dan pimpinannya yang tidak bisa melakukan apapun hingga saat ini kecuali sekedar berteriak dijalan, atau menyatakan keprihatinan. Dendam tentunya untuk menjadi bagian penegak agama Allah dengan membumihanguskan para musuh-musuh yang nyata tersebut..
Ah.. nikmatnya bisa menangis karenanya.. Ya Allah,, karuniakanku kerinduan yang lebih dalam lagi dan menjadi-jadi terhadap nikmat pertemuan denganMu di surgaMu kelak ya Rabb.. Jadikan aku sebagai barisan syuhada di jalanMu, jadikanku sebagai hamba sejatiMu.. Engkaulah Yang Maha Menentukan.. Allahumma Aaminn..
11 responses so far ↓
irfanhanif // December 29, 2008 at 5:10 pm |
Assalamualaikum…
Inspiring story,,
Oh iya.. Mo bagi oleh2 nih..
you’ve been tag… http://irfanhanif.wordpress.com/2008/12/29/99/
dwinanto // January 1, 2009 at 3:45 am |
Hmm,.
Tampaknya sedikit banyak kenal dengan orang di atas, he2,.
Afwan waktu itu ga bisa dateng, Ji,.
inpal // January 2, 2009 at 3:23 pm |
Allahumman shurna al mujahidin fii falestiin…(keep clean your heart bro)…
taufiqsuryo // January 8, 2009 at 6:37 pm |
wah, pengen lihat kang aji nangis, kenapa harus ke kamar mandi kang???
muhfirman // January 10, 2009 at 9:25 pm |
asswrwb.
aji, saya punya pertanyaan yang mengusik tentang konflik palestina ini. saya tulis agak panjang di blog saya.
nah, masalahnya, kalau penilaian saya benar bahwa sebagian negara-negara Arab itu memang tidak peduli (atau setidaknya tidak berani menunjukkan keberanian untuk membela palestina abis-abisan)… gimana caranya supaya keadaan ini berubah…?
singkat kata.. gimana ya supaya umat islam sedunia bisa bersatu setidaknya untuk hal-hal yang sudah sangat jelas, yaitu bahwa Palestina harus kita bela.
andaikan ada yang bisa menjawab pertanyaan ini dengan gamblang.., dan lebih hebat lagi jika tiba suatu masa ketika beberapa manusia besar dari tengah-tengah umat islam bisa memimpin dan mempesatukan umat yang besar ini.
wassalaam.
dir88gun // January 13, 2009 at 1:47 pm |
Masalah persengketaan tanah antara warga Muslim & Yahudi di Pelestin bermula pada saat Daulah Khilafah Usmaniyah di Turki mengalami kehancuran akibat propaganda kafir Barat.
Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Teodhore Hertz dkk yang menghasut warga Yahudi agar menguasai tanah Palestin.
Cara paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah mengembalikan hak pengelolaan tanah tersebut kepada pemilik terakhir yang sah, yaitu Daulah Khilafah.
Tanah Palestin adalah tanah wakaf yang diserahkan secara ikhlas dari pemilik sebelumnya kepada Khalifah Umar ra. & kemudian dibebaskan kembali dari tangan penjajah oleh Khalifah Muhammad al Fatih.
Bisa saja saudara Muslim kita di Pelestin lari & mengungsi ke negara lain agar selamat, namun hal itu tidak mereka lakukan, karena mereka telah bersumpah untuk merelakan jiwa mereka guna melindungi tanah wakaf milik Daulah Khilafah, hingga Daulah Khilafah bangkit kembali.
Wahai Saudara Muslim di manapun juga, relakah kalian berlama-lama membiarkan penderitaan saudara muslim kita di Palestin terus berlarut-larut?
Wahai Saudara Muslim di manapun juga, marilah kita tegakkan Khilafah sekarang juga!
Agar Saudara kita, baik umat Muslim maupun Yahudi, dapat kembali berdamai seperti sedia kala!
Agar berbagai masalah yang melanda kita saat ini dapat teratasi!
Dan yang terpenting, agar hukum Allah dapat ditegakkan kembali di muka bumi ini!
errick // January 16, 2009 at 6:03 pm |
syaikh shiyam yang blm lama ini syahid itu sama dengan syaikh shiyam yg dateng ke salman bukan?
Agung // January 23, 2009 at 10:38 pm |
Alhamdulillah akh Aji, nikmat bisa merasakan menangis karena iman seperti itu
yorga // March 10, 2009 at 11:14 pm |
iri
pgn bisa nangis
buka blog-ku kang!!
Yorga sma3bdg
Rusa Bawean // April 20, 2009 at 11:45 am |
yaaa
hati menjadi lebih dekat denganNya dan tenang
muslimfisika ITB // September 6, 2009 at 5:19 pm |
asw.
wow, a nice blog.
I like this.
salam kenal dan
selamat berkrya lewat tulisan.