Ya Ya Ya…

Assalamualaikum Frens…

Ji, udah gini hari nih. Udah bikin pernyataan visi dan misi terbaru? (Emang punya yang lama?)

Kemaren (atau beberapa hari yang lalu), bada subuh, tiba-tiba aku sangat teramat ingin sekali untuk menulis. Menulis visi dan misi hidupku. Soalnya kalo ga tertulis, ya akan selamanya jadi angan-angan. makanya tulis.

Sedikit bocoran, kemaren yang sempet tertulis adalah aku ingin menguasai media di Indonesia. Ya dengan cara memiliki sebuah perusahaan media yang mengakar di Indonesia. Media yang menjadi corong kebenaran, keadilan dan kesejahteraan (wuihh kaya apa aja lu ji🙂 ).

Iya, karena aku sangat sedih ketika liburan ini. Melihat acara televisi terutama. Kayanya acara televisi yang shahih untuk di saksikan hanya 1% (kalo ga mau dibilang 0%). Bukannya aku apatis. Bukannya aku ga menghargai orang lain. Atau sok benar sendiri. Tapi itulah kenyataannya.

Kenapa aku bilang ga shahih (maxudnya shahih apa pula?)*. Bayangin aja, isinya televisi itu SEBAGIAN BESAR sinetron, gosip, dan musik. Dan parahnya lagi isi dari ketiga sebagian besar isi televisi itu menggaungkan nilai-nilai kebodohan dan kejahiliahan (maxudnya apa lagi nih?)**. Gimana enggak. Ada iklan layanan masyarakat untuk menghindari narkoba, tapi filmnya tentang pergaulan bebas (pacaran dengan mmm…). Ini kan seakan-akan mereka membela kebenaran (biar ga pake narkoba), tetapi justru secara tidak sadar kita digiring menuju kehancuran yang lain (membiasakan pergaulan bebas yang akhirnya jatuhnya S**S bebas). Apalagi didukung dengan berbagai jenis iklan yang intinya membisikkan satu suara (hedonisme?). Hampir semua iklan televisi itu “menggunakan” wanita yang setengah atau bahkan “telanjang” sebagai penarik utama. Sungguh amat sangat tidak kreatif dan merusak akhlak umat…

Kalo kaya gini, hatiku menjadi panas. Banyak yang harus kulakukan untuk pertanggungjawabanku terhadap Allah nanti. Dan aku rasa membuat perusahaan media inilah salah satu caranya. Televisi, majalah, koran, radio. Hhh… AYO KAWAN, TOLONGLAH BANGSA INI !!!

*maxudnya shahih disini adalah benar dan baik untuk diterima
**gimana engga bodoh, udah tau salah (menurut agama presiden kita, menurut agama sebagian besar penduduk indonesia, menurut apa yang telah kita saksikan bahwa hanya Dialah Tuhan yang patut disembah), eh ngeliat sekali dikeselin, ngeliat dua kali diomongin, ngeliat tiga kali dibiarin, ngeliat empat kali di-iya-in, ngeliat lima kali diikutin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s