Flight to Japan

Seringkali baru kita sadari nilai sesuatu hal ketika kita kehilangan hal tersebut..

Mamah malam ini akan berangkat ke Jepang. Mau jaulah ke sana untuk bertemu
dengan kakakku Mas Eko. Sekalian bantu ngurusin Kia, anak pertama mas Eko dan
mba Desi… Sebelum kepergian mamah kesana aku harus bertemu dengannya,
berbakti kepadanya, bercengkrama dengannya, atau pun sekedar berbagi cerita
dengannya. Bertatap muka. Merasakan betapa bernilainya beliau dalam hidupku.

Walaupun sebenarnya yang harus lebih bersiap akan kepergian beliau yang “hanya”
2-3 bulan ini adalah keluargaku yang lebih banyak menghabiskan hari-harinya
bersama mama. Karena akan lebih terasa perpisahannya. Seperti ketika awal-awal
aku tinggal di bandung dulu. Sebentar-sebentar rasanya ingin ke jakarta. Ga tau
kenapa. Sekedar ke-manusiawi-an ku? kami? mereka? kita?

Maka ketika datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala), pada hari
itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu bapaknya, dan dari istri dan
anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang
menyibukkannya…
” (80:33-37)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s