Lingkar SORGA

Bismillah,

Alhamdulillah akhirnya ada juga kesempatan (dan keinginan) untuk menulis tentang Sarana Olah Raga (SORGA) ITB. Sebuah lokasi yang (seharusnya) diketahui oleh seluruh Civitas ITB.

Ada kenangan tersendiri di lingkar coklat ini. Lingkar penuh perjuangan dan pemaknaan spiritual. Lingkar SORGA ini telah menjadi sarana Allah swt memberikan kepada saya banyak sekali pelajaran. Untuk menjadi lebih kuat melalui peninjauan Fisiologis, Psikologis, Sosiologis, dan logis2 lainnya.

Setelah apa yang biasa saya lakukan disana, saya mencoba menyimpulkan pelajaran/hikmah-hikmah yang dapat saya ambil, diantaranya sebagai berikut ini:

1. Fisiologis.

Jelas dalam tinjauan fisiologis, seseorang yang lebih rajin berolahraga akan lebih sehat dibanding dengan yang jarang berolahraga. Orang yang rajin berolahraga akan memiliki kapasitas udara (paru-paru) dan kapasitas peredaran darah (jantung) yang lebih baik. Apalagi kalau dengan keteraturan dan capaian-capaian tertentu. Saya pikir hal ini sudah banyak dibahas dalam pelajaran-pelajaran olahraga kita.

2. Psikologis

Ini mungkin yang jarang dibahas sebelumnya. Salah satu faktor penting yang jarang diperhatikan oleh para pelari pagi adalah pengaruh sisi psikologis terhadap stamina mereka. Para pemenang Olimpiade adalah orang-orang yang memiliki spiritual quotient (psychologically) yang tinggi. Dan hal ini dapat dilatih pada langkah demi langkah kita mengelilingi lingkar SORGA.

Maka, setiap kali saya berolahraga di SORGA, saya tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan mengasah psikologis dan kemampuan memotivasi saya. Sebelum berlari, saya sudah membayangkan bahwa saya akan berhasil mengelilingi Lingkat SORGA sebanyak 11 kali.. Oia, 11 kali itu tidak ringan lho.. tapi saya berpikir bahwa saya pasti BISA!!πŸ™‚

Lalu selama mengitari lingkaran itu, sambil berkurangnya stamina kita, maka pikiran kita akan mulai terpengaruhi oleh lelahnya fisik kita. Biasanya hal ini terjadi pada putaran 4-6, tergantung seberapa fit kita memulai. Mulai terlintas dalam pikiran, “ah, 6 aja ah, itu juga udah banyak.. “. Dalam kondisi lebih lelah lagi, bisikan ini semakin sering datang dan terdengar sangat jelas di telinga kita. Apalagi kalau kita memang tidak pernah berpikir untuk lari 11 kali..

Nah, yang bisa mengatasi itu semua adalah kekuatan mental (psikis) kita. Kekuatan mental ini pun harus dilatih dengan kekuatan pikiran dan kekuatan kata-kata. Yah, kata-kata motivasional harus senantiasa mengalir untuk memperkuat jiwa.

Mulai dari : “Ayo kamu Bisa!”, “Semangat!”, “Caiyoo!”, sampai motivasi-motivasi yang lebih melangit : “Allah, cinta para mujahid!”, “Yang menentukan batas manusia adalah dirinya sendiri, Allahu akbar!”, “Pertolongan Allah akan datang.”, “Ingat penderitaan saudara-saudara kita, ingat musuh-musuh kita,” dsb..

Alhasil memang kekuatan mental juga menjadi salah satu kunci penting.

3. Sosiologis

Secara tinjauan sosiologis, saat-saat olahraga pagi adalah saat-saat yang efektif untuk menjalin hubungan sosial yang erat dan bersahabat. Kita sering dengar kalau biasanya para pengusaha-pengusaha sukses membuat perjanjian transaksi di ‘lantai’ hijau, di Lapangan Golf. Karena selain suasananya yang santai dan penuh harapan, biasanya janjian ditempat olahraga dengan waktu tertentu juga bisa menentukan apakah seseorang itu layak diandalkan atau tidak (dari waktu kedatangannya).

Begitu juga dengan Lingkar coklat SORGA. Disana sering terlihat para (tampak seperti) pengusaha-pengusaha Cina yang sering sekali lari pagi bersama. Jadi, jangan sampai kita lupa mengajak kolega kita untuk turut menikmati Lingkar coklat ini. Menambah keeratan silaturahim dengan sahabat dan karib kerabat akan selalu menguntungkan, baik di kehidupan dunia maupun akhirat.

Kesimpulan

Dari hikmah-hikmah tersebut, maka dengan ini, saya mengajak sahabat-sahabat sekalian untuk bisa menikmati Lingkar SORGA dengan penuh penghayataan makna. Bahwa Allah swt mencintai muslim yang kuat dibanding muslim yang lemah harus menjadi pendorong bagi kita untuk senantiasa memperkuat diri kita, baik dari segi fikriyah (intelektualitas), ruhiyah (spiritualitas), dan jasadiyah (fisik).

Lari pagi yuukk..

5 responses to “Lingkar SORGA

  1. waduh betul mas aji
    teman2 yang lain tuh punya konsep yang sama mungkin cuman pada ga konkret. kumaha tah?

  2. Wah, wah, kalo udah tau mah kudu konkret.

    Dimulai dari diri sendiri, dari yang mudah, dari sekarang.πŸ™‚

    Ayo kita lari pagi. Kalau mau bareng setiap Selasa/Rabu & Jumat pagi (j630-730) di lingkar SORGA.

  3. Pingback: One busy day.. Wis.. udah.. « shortlife·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s