Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un

Bismilllah,

Alhamdulillah, Allahumma sholli ala Muhammad.

Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un. Sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali padanya. Hari ini aku disadarkan kembali oleh Allah swt akan betapa singkatnya hidup ini. Sesuai dengan tajuk blog ini, ada untuk menyadari betapa kita harus mengisi kehidupan kita yang singkat ini dengan berbagai macam kebaikan yang terbaik.

Hari ini dalam waktu yang berdekatan aku mendapat kabar duka dari dua “orang tua”ku. Yang pertama adalah nenek (tidak langsung) ku, Cing ani. Beliau merupakan salah satu sepuh di keluargaku. Beliau meninggal dunia sore ini, karena sakit dan karena umurnya yang telah lanjut. Aku tidak sempat pulang dan melakukan ta’ziah padanya. Hanya doa yang mampu aku haturkan dari Bandung ini kepada dirinya dan segenap keluarga.

Yang kedua dosenku Ibu Sri Purwanti meninggal dunia. Beliau sakit sudah cukup lama, namun memang informasi yang datang ke teman-teman Informatika terkait hal ini masih sangat sedikit, sehingga kami pun kebanyakan baru mengetahui kabar tentang sakit sampai meninggalnya beliau baru sore tadi. Ketika aku mengunjungi rumahnya dan masuk ke ruang tengah dimana beliau sedang terbujur kaku dengan wajah yang telah ditutupi kain, terdapat di meja dekat beliau rentetan piala, piagam, dan plakat penghargaan yang aku pikir itu adalah milik beliau. Betapa banyak yang telah beliau raih dan beliau torehkan, dan melihat banyaknya orang yang ta’ziah pada sore tadi, aku berkesimpulan bahwa kontribusi beliau telah berarti bagi banyak orang.

Aku jadi teringat tentang sebuah pertanyaan untuk direnungkan, tatkala kita mengalami kondisi yang pasti datang giliran kita tersebut, apa yang kita ingin agar orang lain katakan dalam hati kecil mereka terhadap kita. Apakah kita akan ada di hati mereka sebagai seorang guru yang berjasa besar? pemimpin yang melayani? anak yang berbakti? orang tua yang penuh kasih sayang? Sahabat yang setia? atau menjadi lainnya? Ah, perbuatan hidup kitalah yang akan menjawabnya.

Maka, tentunya kita tidak akan pernah rugi, bahkan akan selalu penuh dengan keberuntungan tatkala kita berulang menanyakan dan menegaskan kepada diri kita jawaban akan sebuah perenungan yang mendalam tentang esensi atau hakikat hidup ini. Apa hakikat hidup kamu? Kenapa kamu hidup? Untuk apa kamu hidup? Mau kemanakah kamu? Akan kamu isi apa hidup ini? Jawaban ini memang sulit untuk ditemukan, karena ia berada di dalam dasar lubuk hati terdalam kita. Di sebuah tempat yang terjaga kemurniannya, di nurani makhluk yang pernah berkata: “Aku bersaksi” ketika Allah swt mengatakan:”Akulah Tuhanmu.” (Al-A’raf:172). Pertanyaannya adalah inginkah dan bersediakah kita meluangkan waktu barang sebentar saja untuk menemukan jawaban tersebut?

Dan kita akan kembali padaNya..

5 responses to “Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un

  1. innalillahi wa inna ilaihi rajiun
    turut berduka,semoga amal mereka berdua diterima di sisi Alloh. amin
    Syukron sudah mengingatkan.Semoga Alloh mengistiqomahkan antum dan kita semua hingga raga meregang nyawa..

    Tetap semangat berkarya..!!

  2. Pingback: Berita Duka « KERINDUAN JIWA MENYAPA DI TEPI DESA·

  3. “Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un. Sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali padanya.”

    Kehidupan di dunia yang hanya sementara, suatu waktu nanti kita akan kembali lagi padaNya, hidup di kehidupan yang abadi, akhirat….
    Semoga akhir kehidupan kita di dunia ini, berhias husnul khotimah (akhir kehidupan yang baik),…

    Turut berbelasungkawa, semoga amal ibadah beliau yang telah mendahului kita, diterima di sisi Allah subhanahu wata’ala,..
    Aamiiin Ya Rabb,

    Salam Ukhuwah,

  4. Pingback: Berita Duka « Padepokan Merpati Putih Madiun·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s